NUR AL-QUR'AN VISI NURSYIFA'

 

Nur Al-Qur'an : 01 - 02 - 03 - 04 - 05 - 06 - 07 - 08 - 09 - 10 - 11

                Nur Al Qur’an

VISI NURSYIFA'


Mukjizat :   

MENURUT AHLI HIKMAH


Surat Al Anbiya ayat 79- 83 Menerangkan hati.

" Dibaca ayat ini setiap hari 10 kali Insya Allah hati kita jadi terang " .

Surat Ali Imran ayat 35 Memelihara ibu dan bayi-nya dalam kandungan.

" Ditulis pada kulit kijang yang ada dibagian paha dengan air mawar dan kemkema kemudian diikatkan pada pinggang ibu yang sedang mengandung dengan izin Allah " .

Surat Al Fatihah dan Surat Al Ahqof ayat 35 Mempermudah wanita melahirkan.

" Ditulis ayat ini pada kain kemudian diletakkan pada wanita yang sedang - akan melahirkan " .

Surat Yaasin ayat 37-38 Menghilangkan rasa sakit ketika wanita melahirkan.

" Ditulis ayat ini pada kain putih kemudian diikatkan pada wanita yang akan melahirkan " .

Surat Ali Imran ayat 26 Allah mengutus Malaikat untuk menjaga dirinya.

" Membaca shalawat Nabi terlebih dahulu kemudian membaca ayat ini " .


 

CINTA DAN DETIK-DETIK TERAKHIR

R A S U L U L L O H

 

Leo F. Buscaglia, begitu namanya, seorang professor pendidikan di University of Southren California, Amerika. Ia seorang dengan seabreg kegiatan sosial dan ceramah-ceramah tentang pendidikan. Satu tema yang terus menerus dibawanya dalam banyak ceramah, adalah tentang cinta.

"Manusia tidak jatuh 'ke dalam' cinta dan tidak juga keluar 'dari cinta', tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta," begitu katanya dalam sebuah ceramah.

Cinta, di banyak waktu dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salah, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah. 

Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta.
            Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia berawal dari cinta.

 

  • Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan.

  • Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang.

  • Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik.


            Dan Islam tidak saja mengagungkan cinta tapi memberikan contoh kongkrit dalam kehidupan. Lewat kehidupan manusia mulia, Rasulullah tercinta.  

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku ?"

"Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah , Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi.

"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : " Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya, " kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.  "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah . Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril ? " Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." sabda Rasulullah.

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii..." Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.

Kini, mampukah kita mencinta sepertinya ?

 

BERSAMBUNG......

Pengobatan Canggih Teknologi al Qur'an,Terjamin Pasti Sembuhnya >>>


Terapi NurSyifa’

" Kemukjizatan surat Al Fatihah - Al Qur'an "

Ahli Hikmah adalah orang-orang  shalih yang diberikan oleh Allah SWT ilmu dan Karomah sehingga dia tahu rahasia Allah.

Para Ahli Hikmah umumnya dijadikan sebagai Thabib (Penyembuh - Dokter Plus) atau Paranormal oleh kebanyakan orang karena mereka mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT.

" Allah SWT memberikan al Hikmah ( kebijaksanaan ) kepada orang yang dikehendaki . Barangsiapa yang diberinya al Hikmah maka ia mendapat banyak kebaikan. Hanya orang-orang yang mau berfikir yang dapat mengambil pelajaran / manfaat "  .

( SURAT AL BAQARAH : AYAT 269 )

Ahli Hikmah ialah orang-orang yang bisa menguak tabir Kemukjizatan al-Qur'an, menggunakannya dan mengamalkannya sebagai manusia yang penuh manfaat bagi sesamanya, sebagai sarana-Nya.


Do'a - Usaha - Iman - Taqwa pada Allah SWT.

Tingkatkan Ibadah Dengan Berzikir

 

Untuk Akses Lebih Cepat WWW.NURSYIFA.NET

 

 

 

^ Alternatif Pengobatan Terapi Nur Syifa' by Haji Mohammad Bambang Irawan S.
Copyright © 2007-2012 [ PT Supra Abadisentosa ]. All rights reserved.
Revised/disempurnakan:06 June 2012 21:44 .